Jumat, 26 Juni 2015

Sekitar 20 orang Indonesia melakukan belanja online

Belanja online sudah sejak mulai jadi budaya penduduk Indonesia. Berdasarkan catatan komune 'Tangan Di Atas' (TDA), dari sektar 85 juta costumer internet di Indonesia thn dulu, seputar 20 juta orang di antaranya telah melaksanakan belanja online.


Menurut Muhammad Rosihan dari komune TDA, faktor ini pastinya adalah kesempatan pasar yg bagus bagi e-commerce-e-commerce di Indonesia utk lebih mengembangkan usahanya.

"Jangan hingga potensi e-commerce di Indonesia yg teramat akbar itu justru dinikmati e-commerce asing yg sekarang ini tidak sedikit memasuki Indonesia & membangun infrastruktur juga terhubung pasar di tanah air.

Kaskus, website e-commerce paling besar di Indonesia, mengungkapkan Indonesia adalah tambang emas bagi e-commerce dunia. Betapa tak, dgn jumlah warga seputar 240 juta orang & konsumen internet aktif sejumlah 115 juta orang, pastinya yaitu pasar yg amat menggiurkan, lebih-lebih, seperti disebutkan CEO Kaskus Ken Dean Lawadinata, bahwa bersama geografis kepulauan, sehingga e-commerce tumbuh lebih pesat mengingat distribusi barang serta tak merata.

Menurut Kaskus yg waktu ini telah mempunyai 9 juta member & 20 juta pengakses bulanan, rintangan e-commerce di Indonesia merupakan masalah infrastruktur, termasuk juga infrastruktur perbankan yang merupakan fasilitas pembayaran.

"Kartu credit tetap rendah lah, rata rata tetap memanfaatkan metode manual adalah transfer duit melalui ATM, dulu baru konfirmasi melalui SMS atau email atau di web e-commerce-nya," ujarnya seraya mengungkapkan dalam sebulan keseluruhan penjualan di kaskus umumnya yaitu 1,2 juta item.

Rosihan menyambung infrastruktur telekomunikasi & internet di Indonesia yg telah bagus jadi pemicu bagi web e-commerce asing ramai-ramai membanjiri pasar Indonesia. "Oleh dikarenakan itu lah, di harapkan seluruhnya UKM dapat main-main di bidang belanja online," ujarnya.

Direktur Telkom Muhammad Awaluddin mengungkapkan belanja online sudah jadi gaya hidup bagi warga Indonesia seiring bersama perkembangan seluler yg pesat & infrastruktur serat optik yg telah menjangkau ke pelosok desa.